Jumat, 04 November 2016

Manajemen Pendidikan

M   A   K   A   L   A   H

ADMINISTRASI PENDIDIKAN


Dosen Pembimbing    : Laila Badriyah, M.Pd.I
    KELOMPOK 4              : MANAJEMEN PENDIDIKAN

M. Mulki Sulaiman K                      201305010133
  M. Hendra                                        201305010134
 Diah Lutfiana                                   201305010132


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS SUNAN GIRI SURABAYA
2016



BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

                 Salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai proses pembentuk pribadi manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai maka kualitas kepribadian manusia akan meningkat seiring dengan meningkatnya tantangan hidup yang selalu berubah. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan pendidikan, seseorang akan memiliki wawasan dan pengetahuan yang akan membantu memperkokoh terbentuknya kualitas sikap dan nilai-nilai yang ada dalam dirinya, yakni sebuah kepribadian atau karakter diri yang baik serta sesuai dengan nilai dan norma yang ada.
Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan:
“Fungsi dari pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab
Menagemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengolahan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan yang dilakukan dengan usaha bersama secara efektif dan efisien, untuk mendaya gunakan semua sumber dan potensi yang ada demi tercapainya tujuan pendidikan  yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan managemen yang baik tentulah segala rencana dan kegiatanakan mencapai hasil yang maksimal, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu perlu mengkaji pengertian, tujuan, pendekatan managemen, proses managemen, perkembangan pemikiran managemen  dalam menagemen pendidikan supaya dalam menjalankan suatu system pendidikan dapat mencapai tujuan yang telah di tepapkan.
B.     Rumusan Masalah
Agar lebih terarah dalam penulisan Makalah ini, maka permasalahan-permasalahan dalam makalah  ini dapat kami rumuskan sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian managemen ?
2.      Bagaimana tujuan pendekatan managemen pendidikan ?
3.      Jenis Jenis pendekatan managemen pendidikan ?
4.      Bagaimana proses managemen pendidikan ?
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk Mengetahui  pengertian managemen ?
2.      Untuk Mengetahui tujuan dan pendekatan managemen pendidikan ?
3.      Untuk Mengetahui  Jenis Jenis pendekatan managemen pendidikan ?
4.      Untuk Mengetahui proses managemen pendidikan ?


BAB I
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Managemen pendidikan
Managemen pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebut bahwa Istilah Managemen berasal dari “Administratie” yang berarti tata usaha, Managemen berasal dari bahasa Inggris “ Administration” sebagai “ The management of executive affairs” ( Encyclopedia American, 1978, p. 171 ), dalam hal ini managemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.
Managemen sering diartikan sebagai ilmu, Kiat dan Profesi. Luther gulick mengatakan managemen  sebagai ilmu karena Managemen merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Follet berpendapat managemen sebagai kiat karena managemen mencapai sasaran melalui cara cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Managemen dipandang sebagai Profesi karena managemen dilandasi keahlian khususuntuk mencapai suatu manager, dan para professional dituntun oleh suatu kode etik.
Adapun pengertian Managemen menurut beberapaAhli :
1.      Hasibuan ( 1995 ), managemen sebagai ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.      Gordon ( 1976 ) dalam Bafadal ( 2004: 49 ) menyatakan bahwa managemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu.
3.      Wiliam H Newman mengatakan Managemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
4.      Henry Fayol, Managemen mengandung gagasan lima fungsi utama, yaitu Merancang mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi dan mengendalikan.
5.      Dalam Kurikulum 1975 yang disebutkan dalam buku pedoman pelaksanaan kurikulum IIID, baik untuk SD, SMP, SMA, Management ialah Segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber sumber ( Personel maupun materiil) secara efektif dan efidien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Jadi Managemen  pendidikan adalah Rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerja sama  ssekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

B.     Tujuan Dan pendekatan Managemen Pendidikan
1.      Tujuan Managemen pendidikan
1.1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif menyenangkan dan bermakna.
1.2.Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakan, bangsa, dan Negara.
1.3. Tertunjangnya kopetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai  manajer
1.4. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien
1.5. Tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan managemen pendidikan
1.6.Teratasinya masalah mutu pendidikan, karena 80 % masalah mutu disebabkan oleh managemennya.
1.7.Terciptanya perencanaan pendidikanyang merata, bermutu, Relevan, dan akuntabel
1.8.Meningkatkan citra positif pendidikan.

C.     Jenis Jenis Pendekatan dalam Manajemen Pendidikan
1.      Manajemen adalah Kerjasama Orang – Orang
Untuk mencapai tujuan sekolah/organisasi yang telah dirumuskan yang membutuhkan berbagai keahlian dalam berbagai bidang pendidikan, secara internal sebuah sekolah yang ingin berkualitas membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian seperti kepala sekolah sebagai manajer dengan keahliannya sebagai pemimpin, sedangkan para guru yang memiliki keahlian menejemen kelas yang baik, tenaga bimbingan dan konseling, ketatausahaan yang memiliki keterampilan dalam sistem manajemen informasi dan administrasi, guna berbagai kebutuhan data berkenaan kegiatan sekolah dan yang tidak kalah pentingnnya untuk mengambil keputusan manajer. Perpustakaan membutuhkan pustakawan yang dapat mengelola perpustakaan secara efektif dan memberikan kreatifitas untuk menghidupkan suasana perpustakaan agar banyak dikunjungi siswa dan anggota sekolah lainnya. Petugas laboratorium yang harus bisa mengelola penggunaan waktu, memelihara serta memanfaatkan alat dengan berdayaguna. Dalam lingkungan eksternal sekolah yang berhubungan dengan dunia pendidikan, dan orang tua adalah sebagain stack holder yang mempercayakan putra-putrinya kepada sekolah.
Sekolah berhubungan dengan pengawas selaku pembina sekolah, kasubdin Dinas Pendidikan kota/kabupaten dengan berbagai stafnya, Kepala Dinas Provinsi, sampai kepada menteri pendidikan dengan berbagai bagiannya dan berbagai urusannya. Dengan demikian manajemen melibatkan banyak orang untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskannya. Orang-orang dari tingkat menteri sampai ketingkat sekolah (kepala sekolah, guru, dan yang lainnya)harus memiliki persepsi yang sama dalam melaksanakan kegiatannya, yaitu mencapai tujuan yang telah disepakati secara efektif dan efisien dengan mutu yang terjamin.
2.      Manajemen adalah Suatu Proses
Seperti halnya sebuah pendidikan, manajemen adalah suatu proses, pendekatan ini menekankan perilaku sebagaimana fungsi manajemen itu sendiri yaitu proses planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan budgeting.
3.      Manajemen sebagai Sebuah Siste
Sebagai sebuah sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Sistem disini yakni input-proses-ouput-outcome.
4.      Manajemen sebagai Pengelolaan
Jika kita melihat manajemen sebagai pengelolaan akan terlihat adanya pengaturan atau pengelolaan sumberdaya yang dimiliki dalam sekolah atau sumberdaya yang harus ada untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sumberdaya tersebut harus dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin.
5.      Kepemimpinan dalam Manajemen Pendidikan
a.      Definisi Kepemimpinan
Menurut Wirawan seperti yang dikutip oleh (Syaiful Sagala, 2006:143), kepemimpinan berasal dari kata “pemimipin”. Pemimpin ialah: orang yang dikenal oleh pengikutnya dan berusaha mempengaruhi para pengikutnya untuk meraih tujuan visinya. Sementara itu, menurut Fred E. Fiedler dalam buku (M.Ngalim Purwanto,2008:27) mengungkapkan bahwa: pemimpin adalah individu dalam suatu kelompok yang memberikan tugas pengarahan dan pengoordinasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok. Lebih lanjut Syiful Sagala menyatakan, pemimpin yang efektif adalah: pemimpin yang anggotanya dapat merasakan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi, baik kebutuhan bekerja, motivasi, rekreasi, kebutuhan sandang, pangan, tempat tinggal maupun kebutuhan lainnya. Sementara itu, kepemimpinan ialah: sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamya kewibawaan untuk dijadikan saran dalam rangka meyakinkan yang diyakininya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh semangat serta merasa tidak terpaksa (M.Ngalim Purwanto 2008:26).
b.      Sifat-sifat kepemimpinan
Menurut abdurrahaman, ada lima sifat pokok kepemimpinan secara umum yaitu:
·         Adil
·         Penuh inisiatif
·         Penuh daya tarik
·         Penuh percaya diri
Disamping itu, ada beberapa sifat yang dibutuhkan dalam kepemimpinan dalam hal pendidikan. Diantaranya ialah:
a)      Rendah hati dan sederhana
Seorang pemimpin dalam lembaga pendidikan, hendaknya jangan mempunyai sifat sombong tapi yang diperlukan adalah banyak bertanya dan mendengarkan dari pada berkata dan menyuruh. Dan kelebihan yang dimiliki pemimpin hendaknya dipergunakan untuk membantu anggotanya atau bawahannya sehingga dengan demikian mereka akan merasa bahwa pemimpinnya selalu dekat dengan mereka dan bisa membantu jika mereka butuh bantuan.
b)      Bersifat suka menolong
Seorang pemimpin hendaknya selalu bersedia (menyediakan waktu) untuk mendengarkan kesulitan-kesulitan yang disampaikan anggotanya. Gunanya adalah untuk mempertebal kepercayaan anggotanya bahwa ia benar-benar tempat berlidung dan pembimbing mereka.
c)      Sabar dan memiliki kestabilan emosi
Seorang pemimipin harus memiliki sifat sabar, jangan lekas merasa kecewa dan memperlihatkan kekecewaannya dihadapan bawahanya, karena akan sangat mempengaruhi kinerja anggotnya tersebut.
d)     Pecaya pada diri sendiri
Pemimpin yang percaya diri dan dapat mengimplikasikannya dalam sikap dan tingkah lakunya maka akan menimbulkan pula sifat percaya diri pada anggotanya.
e)      Jujur, adil dan dapat dipercaya
f)       Keahlian dalam jabatan
Keahlian dalam jabatan merupakan, syarat utama dalam kepemimpinan tanpa keahlian seseorang tidak bisa menjadi pemimpin. Selain keahlian dalam jabatan, pengalaman dan penguasaan semua macam, pengetahuan yang diperlukan untuk memperoleh dan menambah kecakapan menjadi pemimpin.
c.       Tipe atau gaya kepemimpinan
a)      Kepemimpinan yang otokratis
Dalam kepemimpinan yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggotanya. Baginya memimpin adalah menggerakan dan memaksa kelompok. Selain itu, dalam tindakan dan perbuatanya ia tidak dapat diganggu gugat. Kekuasaan yang berlebihan seperti ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik, pada anggotanya, serta menimbulkan sikap “asal bapak senang” terhadap pemimpin dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.
b)      Kepemimpinan yang laissez faire
Tipe yang seperti ini diartikan sebagai: membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. Pemimpin yang seperti ini sama sekali tidak mengontrol dan tidak memberikan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Pembagian tugas dan kerjasama diserahkan pada anggotanya tanpa pengaruh atau saran dari pemimpin. Dalam tipe kepemimpinan ini, biasanya struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pemimpin.
Tingkat keberhasilan organisasi atau lembaga yang dipimpin dengan gaya laissez faire ini, semata-mata disebabkan kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok dan bukan karena pengaruh dari pemimpinya.
c)      Kepemimpinan yang demokratis
Pemimpin yang demokratis menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai diktator. Melainkan sebagai pemimpin ditengah anggotanya. Hubungan dengan anggota kelompok bukan seperti buruh dan majikan. Tetapi, melainkan sebagai saudara tua ditengah-tengah anggotanya. Pemimpin yang demokratis berusaha menstimulasi anggotanya agar secara kooperatif untuk mencapai visi dan misi lembaganya. Dalam melaksanakan tugas, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya, juga kritikan-kritikan yang membangun. Selain itu ia juga mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada anggota-anggotanya.
6.      Komunikasi dalam Manajemen Pendidikan
Reca (2010: 2) menungkapkan komunikasi memiliki hubungan yang erat sekali dengan kepemimpinan, bahkan dapat dikatakan bahwa tiada kepemimpinan tanpa komunikasi. Apalagi diantara syarat seorang pemimpin selain ia harus berilmu, berwawasan kedepan, ikhlas, tekun, berani, jujur, sehat jasmani dan rohani, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi. Sementara itu, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasisan, pengarahan dan pengawasan dengan memberdayakan anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit diwujudkan.
Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Proses komunikasi memungkinkan manajer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompok dapat tercapai. Oleh karena itu, seorang manajer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain. Jadi komunikasi dalam menajemen itu sangat diperlukan karena dengan adanya komunikasi maka segala sesuatu dapat tercipta dan terlaksana.
D.    proses managemen pendidikan
a.       Perencanaan
           Perencanaan seyogyanya melibatkan seluruh komponen organisasi yang terkait dan melibatkan stake holder (legislatif, kalangan dunia usaha/industri, Dewan Pendidikan) duduk bersama dalam meja bundar guna merumuskan permasalahan yang dihadapi, menetapkan tujuan dan sasaran (komitmen) dan rencana pelaksanaan termasuk didalamnya adalah perencanaan penganggaran (konsensus). Konsensus yang telah ditetapkan harus dipublikasikan secara terbuka. Konsensus tersebut berupa dokumen perencanaan pendidikan daerah yang merupakan Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten.
b.      Pengorganisasian
           Peran kepemimpinan (leadership) seorang administrator/manajer sangat penting dalam rangka menjalankan perencanaan. Dalam fungsi Pengorganisasian, pemimpin organisasi menentukan siapa melakukan apa (who does what) sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
c.       PenggerakanPelaksanaan
           Peran administrator menjadi kunci keberhasilan terhadap implementasi perencanaan pendidikan. Administrator melakukan koordinasi dan pengarahan terhadap seluruh bagian atau sektor yang terlibat dalam upaya percepatan penuntasan Wajar 9 Tahun.
d.      Pengawasan/Pengendalian
           merupakan proses untuk mengamati secara terus menerus (bekesinambungan) pelaksanaan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi (perbaikan) terhadap penyimpangan yang terjadi. Untuk menjalankan fungsi ini diperlukan adanya standar kinerja yang jelas. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan alat ukur apakah implementasi sesuai dengan rencana yang merupakan konsesus bersama yang telah ditetapkan sebelumnya.


BAB III
PENUTUP

a.       Kesimpulan
Managemen  pendidikan adalah Rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerja sama  ssekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya, agar efektif dan efisien
Perencanaan pengajaran dalam rangka mempersiapkan alternatif­alternatif pemecahan masalah guna memenuhi kebutuhan pendidikan secara realistis harus berpedoman kepada tujuan­tujuan yang telah ditetapkan secara jelas dan terinci. Berbagai tujuan yang telah ditetapkan akan menentukan pula pola pendekatan perencanaannya.
Ini berarti bahwa sektor pendidikan harus menyediakan lembaga­lembaga pendidikan serta fasilitas untuk menampung seluruh kelompok umur yang ingin memperoleh pendidikan. Jika jumlah tempat yan tersedia masih lebih kecil dari pada jumlah tempat yang seharusnya ada, maka dikatakan bahwa permintaan masyarakat melebihi penyediaan. Perbedaan­perbedaan dalam tujuan itu  menyebabkan  timbulnya  bermacam­macam pendekatan dalam perencanaan pendidikan. 
Jenis jenis pendektan dalam manjemen pendidikan
1.      Manajemen adalah Kerjasama Orang – Orang
2.      Manajemen adalah Suatu Proses
3.      Manajemen sebagai Sebuah Sistem
4.      Manajemen sebagai Pengelolaan
5.      Kepemimpinan dalam Manajemen Pendidikan
6.      Komunikasi dalam Manajemen Pendidikan
Proses Managemen Pendidikan
1.      Pengorganisasian
2.      Perencanaan
3.      PenggerakanPelaksanaan
4.      Pengawasan/Pengendalian



DAFTAR PUSTAKA

Fattah, Nanang,(2004), Landasan Manajemen Pendidikan, (Edisi ketujuh)
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mustari, Mohamad,(2014), Manajemen Pendidikan, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.              





Terus Berkarya Seakan HIDUP Selamanya
Terus Beribadah Seakan MATI Besok Pagi