“ MEDIA AUDIO VISUAL’’
DOSEN PEMBIMBING
Asma’ NailyFauziyah, M.Pd.I
Di Susun
Oleh :
Ali Rohmad
201305010096
Laily Qodhir A 201305010085
Diah Lutfiana 201305010132
M. Hendra 201305010134
F A K U L A T A
S A G A M A
I S L A M
UNIVERSITAS SUNAN GIRI SURABAYA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di
zaman yang serba modern ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin
maju dan mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil
teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu memahami,
menguasai, serta mampu menggunakan alat-alat yang tersedia dalam upaya mencapai
tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan
dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.
Media
yang beraneka ragam dapat digunakan guru agar peserta didik tidak bosan dalam
proses pembelajaran, mampu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk
lebih giat belajar, serta akan membantu memperjelas materi yang akan
disampaikan. Macam-macam media tersebut antara lain Media Visual, Media Audio,
Media Audiovisual dan Animasi, serta Media Komputer.
Para pendidik dan dan orang tua tidak dapat
mengingkari betapa kuat pengaruh media komunikasi khususnya media audiovisual
dan animasi terhadap anak didik. Daya tarik yang begitu kuat dari media
audiovisual dan animasi bagi anak-anak tidak lepas dari karakteristik media ini
yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media cetak maupun media
dengar, sehingga anak-anak sangat menyukainya. Saat ini semakin banyak pembuat
program yang sadar betul dengan daya pikat media audiovisual dan animasi bagi
anak-anak.
Media juga salah satu diantaranya yang sangat penting
bagi guru,karena guru sebagai pengembang ilmu sangat penting
sekali untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi
peserta didik. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran
yang kondusif serta terjadinya interaktif antara guru dan siswa dengan baik.
Pembelajaran akan lebih bermakna manakala menarik minat siswa dan memberikan
kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya dengan dilengkapi berbagai
media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Maka dari itu pada
makalah ini, akan membahas atau menguraikan tentang salah satu macam media
yaitu media audiovisual dananimasi.
B. Pembatasan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahaminya
maka penyusun dapat memberikan batasan-batasan pada: memberikan informasi dan
pengetahuan agar pembaca mengetahui tentang media audiovisual dan animasi dalam
sistem pembelajaran.
C. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud
dengan media audiovisual?
2. Apa saja kegunaan
media audiovisual?
3. Apa saja macam-macam
media audiovisual?
4. Bagaimana penggunaan
media audiovisual dalam pembelajaran?
5. Apa saja kelebihan
dari media audiovisual?
6. Apa saja kekurangan
dari media audiovisual?
D. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui
pengertian dari media audiovisual
2. Untuk mengetahui
kegunaan media audiovisual
3. Untuk mengetahui
macam-macam media audiovisual
4. Untuk mengetahui
penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran
5. Untuk mengetahui
kelebihan dari media audiovisual
6. Untuk mengetahui
kekurangan dari media audiovisual
E. Manfaat Penulisan
1. Bagi penulis
Bagi
penulis dengan dibuatnya makalah ini dapat lebih memahami tentang media audiovisual dan animasi dalam sistem
pembelajaran,
selain itu dapat menjadikan penulis lebih kritis dalam memilih media
pembelajaran yang mampu membuat anak didik lebih memahami tentang materi
pembelajan.
2. Bagi pembaca
Pembaca
dapat mengetahui tentang media audiovisual dan
animasi dan dapat memilih
media audiovisual dan animasi yang tepat untuk
pembelajaran serta dapat memanfaatkan media audiovisual yang ada untuk
pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Audiovisual
Media audio-visual adalah seperangkat alat
yang dapat memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Paduan antara gambar
dan suara membentuk karakter sama dengan obyek aslinya. (Sanaky,
2010:105).Sedangkan menurut Arsyad (2002:94) media berbasis audio visual adalah
media visual yang mengandung penggunaan suara tambahan untuk memproduksinya.
Kalau media visual hanya berupa buku, charts, grafik, gambar, dan sebagainya,
tetapi media berbasis audio visual adalah media yang ditambah dengan suara
sehingga media ini akan lebih berkesan terhadap siswa.
Selain
itu Sudjana dan Rivai (2003: 58 ) mengemukakan bahwa media audio visual adalah
sejumlah peralatan yang dipakai oleh para guru dalam menyampaikan konsep,
gagasan dan pengalaman yang ditangkap oleh indera pandang dan pendengaraBerdasarkan
pengertian-pengertian yang telah diberikan, maka media audiovisual adalah media
penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan.
B. Kegunaan Media Audiovisual
Menurut Idger Dale media audiovisual mempunyai potensi
pokok antara lain :
1. Memberikan dasar-dasar kongkrit untuk berfikir
2. Membuat pelajaran lebih menarik
3. Memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama
4. Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata
5. Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir
6. Dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak
diperoleh dengan cara lain membuat kegiatan belajar lebih mendalam efisien dan
beraneka ragam
7. Media audio visual dapat
dilakukan berulang-ulang
B. Macam-macam Media
Audiovisual
1. Televisi
Televisi dalam pengertiannya berasal dari dua kata, yaitu tele (bahasa
Yunani), yang
berarti
jauh, dan visi (bahasa
Latin), berarti penglihatan.
Television (bahasa Inggris)bermakna
melihat jauh. Kata melihat jauh mengandung makna bahwa gambar yang diproduksi
pada satu tempat (stasiun televisi) yang dapat dilihat di tempat lain melalui
sebuah perangkat penerima yang disebut televisi minitor atau televisi set.
Televisi
suatu perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang
terdiri dari gambar dan suara. Dengan demikian peranan TV baik sebagai gambar
hidup atau radio yang dapat menampilkan gambar yang dapat dilihat dan
menghasilkan suarayang dapat didengar pada waktu yang sama.
Televisi
sebagai lembaga penyiaran, telah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan
pendidikan dan pengajaran. Makin banyak siaran televisi yang khusus
menginformasikan atau menyiarkan pesan-pesan materi pendidikan dan pengajaran,
yang disebut televisi pendidikan (educational television).
Menurut
Darwanto (via Sukiman, 2011: 195), acara siaran pendidikan yang disiarkan
melalui televisi, ada dua klasifikasi, yaitu:
a. Siaran pendidikan
sekolah (school broadcasting)
Yang
menjadi sasaran acara ini adalah para murid sekolah, dari tingkat taman
kanak-kanak sampai dengan para mahasiswa di perguruan tinggi.Siaran langsung
dikirim kesekolah-sekolah yang bersangkutan. Dengan demikian, acara siaran
pendidikan jenis ini erat sekali hubungannya dengan kurikulum sekolah yang
berlaku pada tahun ajaran itu. Ini berarti bahwa stasiun penyiaran yang
bersangkutan melakukan kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Hal
yang diharapkan dari siaran pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan
denga landasan dan tujuan pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena
acara siaran pendidikan untuk sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan
memberikan pengaruh secara langsung kepada anak-anak tentang:
1)
Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan
sesuai dengan pola pikir mereka.
2)
Membantu anak-anak atas sesuatu pengertian yang sebelumnya belum pernah
dialami.
3)
Merangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara kegiatan
belajar dengan keadaan sekitarnya.
4)
Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
Dengan
adanya tujuan yang ingin dicapai seperti tersebut di atas, acara pendidikan
untuk sekolah merupakan inti dari siaran pendidikan pada umumnya. Karena itu,
setap usaha harus diarahkan untuk mempersiapkan bahan-bahan pendidikan, agar
acara itu dapat disajikan dengan baik dan sejalan dengan landasan dan tujuan
pendidikan nasional, dengan prioritas utama menyajikan bahan-bahan yang mampu
mendorong kegiatan belajar dengan baik.
b. Siaran pendidikan
sepanjang masa (life long education)
Berbeda
dengan siaran pendidikan yang berlandaskan kurikulum sekolah, acara pendidikan
yang termasuk dalam klasifikasi ini dilandasi oleh nilai-nilai pendidikan yang
menjadi sasaran khalayak umum. Hanya saja khalayak umum dibagi menurut
tingkatan tertentu, misalnya: usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, dan
sebagainya.
Televisi
sebagai media pendidikan dan pengajaran tentu tidak terlepas dari kelebihan dan
kekurangannya. Kelebihan dan kekurangan media televisi menurut Sanaky
(2010:107) adalah sebagai berikut:
1) Kelebihan media televisi
sebagai berikut:
a) Memiliki daya jangkauan
yang lebih luas.
b) Memiliki daya tarik yang
besar, karena memiliki sifat audio visual.
c) Dapat mengatasi batas
ruang dan waktu.
d) Dapat menginformasikan
pesan-pesan yang aktual.
e) Dapat menampilkan obyek
belajar seperti benda atau kejadian aslinya.
f) Membantu pengajar
memperluas referensi dan pengalaman.
g) Sebutan televisi sebagai
jendela dunia, membawa khalayak untuk dapat melihat secara langsung peristiwa,
suasana, dan situasi tempat, kota, daerah-daerah di belahan dunia.
2) Kelemahan televisi
sebagai berikut:
a) Pengadaannya memerlukan
biaya mahal.
b) Tergantung oleh energi
listrik, sehingga tidak dapat dihidupkan di sembarang tempat.
c) Sifat komunikasi searah,
sehingga tidak dapat memberi peluang untuk terjadi umpan balik. Tetapi
kelemahan ini, sudah mulai teratasi dengan beberapa program acara siaran yang
dilakukan dialog langsung (dialog interaktif) dengan bantuan telepon.
d) Sulit dikontrol,
terutama jika terkait dengan jadwal belajar di sekolah
2. Video
–VCD
Gambar bergerak yang
disertai dengan unsur suara dan dapat ditayangkan melalui medium video
dan compact disk (VCD). Sama seperti medium audio, program
video yang disiarkan (broadcasted) sering digunakan oleh lembaga
pendidikan jarak jauh sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran. Video dan
televisi mampu menayangkan pesan pembelajaran secara realistik. Video memiliki
beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam
proses pembelajaran. Salah satu features tersebut adalah slow
motion di mana gerakan obyek atau peristiwa tertentu yang berlangsung
sangat cepat dapat diperlambat agar mudah dipelajari oleh pembelajar. Slow
motion adalah kemampuan teknis untuk memperlambat proses atau
peristiwa yang berlangsung cepat. Video dan VCD dapat digunakan sebagai media
untuk mempelajari obyek dan mekanisme kerja dalam pelajaran tertentu.
Media video – VCD,
sebagai media pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Gambar bergerak, yang
disertai dengan unsur suara
b. Dapat digunakan untuk
sekolah jarak jauh
c. Memiliki perangkat slow
motion untuk memperlambat proses atau peristiwa yang berlangsung.
Dalam upaya pemanfaatan video dalam proses
pembelajaran, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut :
a. Program video harus dipilih sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Salah satu contohnya adalah apakah media video untuk tujuan
kognitif dapat diguakan untuk hal-hal yang menyangkut kemampuan mengenal
kembali dan memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi.
b. Guru harus mengenal program video yang ada dan
memahami manfaatnya bagi pelajaran.
c. Sesudah program video di putar, harus diadakan diskusi
agar siswa memahami bagaimana mencari pemecahan masalah dan menjawab
pertanyaan.
d. Perlu diadakan tes agar mampu mengukur berapa banyak
informasi yang mereka tangkap dari program video tersebut.
Media
video dan VCD, sebagai media pembelajaran juga tidak terlepas dari kelebihan
dan kelemahannya, sebagai berikut:
1) Kelebihan media video
dan VCD sebagai berikut:
a) Menyajikan obyek belajar
secara kongkret atau pesan pembelajaran secara realistik, sehingga sangat baik
untuk menambah pegalaman belajar.
b) Sifatnya yang audio
visual, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan dapat menjadi pemacu atau memotivasi
pembelajar untuk belajar.
c) Sangat baik untuk
pencapaian tujuan belajar psikomotorik.
d) Dapat mengurangi
kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan teknik mengajar secara
ceramah dan diskusi persoalan yang ditayangkan.
e) Menambah daya tahan
ingatan atau retensi tentang obyek belajar yang dipelajari pembelajar.
f) Portable dan mudah
didistribusikan
2) Kelemahan media video
dan VCD
a) Pengadaan memerlukan
biaya mahal
b) Tergantung pada energi
listrik, sehingga tidak dapat dihidupkan di segala tempat.
c) Sifat komunikasi searah,
sehingga tidak dapat memberikan peluang untuk terjadi umpan balik.
d) Mudah tergoda untuk
menayangkan kaset VCD yang bersifat hibura, sehingga suasana belajar akan terganggu.
3. Media sound
slide (slide bersuara)
Slide
merupakan media pembelajaran yang bersifat audio visual. Secara fisik, slide
suara adalah gambar tunggal dalam bentuk film positif tembus pandang
yang dilengkapi dengan bingkai yang diproyeksikan. Penggunaannya dapat
dikombinasikan dengan audio kaset, dan dapat digunakan secara tunggal tanpa
narasi.
Sebagai
media pembelajaran,slide suara dapat menyajikan gambar yang tetap dengan urutan
yang tetap, sehingga menjamin keutuhan pelajaran dan gambar tidak mudah hilang,
terbalik, atau berubah urutan jika teknik pengemasan benar dan baik.
Sound
slide sebagai media pembelajaran juga memilik kelebihan dan kelemahan, sebagai
berikut:
1) Kelebihan sound slide
a) Dapat menyajikan gambar
dengan proyeksi epan maupun belakang.
b) Portable, berukuran kecil, dan
mudah didistribusikan sehingga praktis penggunaanya.
c) Dapat dikontrol sesuai
dengan keinginan pengguna, sehingga memungkinkan untuk dihentikan secara
spontan dan dapat diselingi dengan tanya jawab dan diskusi singkat.
d) Memberikan visualisasi
tentang obyek belajar seperti apa adanya atau autentik, sehingga dapat
mengkonkretkan obyek belajar bagi pembelajar.
2) Kelemahan media sound
slide
a) Pengadannya memerlukan
biaya yang mahal.
b) Untuk memproyeksikan
slide proyektor memerlukan penggelapan ruang.
c) Gambar yang disajikan
tidak bergerak (gambar mati), sehingga kurang menarik, terutama jika
dibandingkan dengan televisi dann film.
d) Tergantung pada energi
listrik, sehingga tidak dapat secara paktis dihidupkan dan diputar di segala
tempat.
e) Cukup rumit
pembuatannya, karena harus memiliki kamera foto dan memiliki keahlian fotografi
yang benar-benar mumpuni.
Perlu
diketahui, bahwa media sound slide ini jarang atau
mungkin tidak pernah digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, karena
selain pengadaannya mahal juga cukup rumit untuk mengemas programnyadan juga
diperlukan keahlian pengajar dalam memotret obyek, suatu perbuatan, dan
peristiwa yang akan disajikan dalam program pembelajaran di kelas.
4. Film Gerak Bersuara
Film
atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame
diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar
terlihat gambar itu hidup. Arsyad (2002:49). Film merupakan alat yang ampuh untuk menyampaikan suatu maksud
kepada masyarakat dan juga anak yang lebih banyak menggunakan aspek emosinya di
banding aspek rasionalitasnya. Besarnya kegunaan media ini dapat pula dirasakan
dalam dunia pendidikan. Film adalah alat
komonikasi yang dapat membantu proses pembelajaran efektif. Karena apa yang
terpandang mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah di
ingat dari pada apa yang dapat dibaca saja atau hanya di dengar saja.
Menurut
Arsyad (2002:49), film mempunyai kelebihan dan kelemahan sebagai berikut:
1) Kelebihan Film
a. Film dapat melengkapi
pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi,
berpraktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan
dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat, seperti cara
kerja jantung ketika berdenyut.
b. Film dapat menggambarkan
suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika
dipandang perlu. Misalnya, langkah-langkah dan cara yang benar dalam berwudhu.
c. Di samping mendorong dan
meningkatkan motivasi, film menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.
Misalnya, film kesehatan yang menyajikan proses berjangkitnya penyakit
diare dapat membuat siswa paham terhadap pentingnya kebersihan
makannan dan lingkungan.
d. Film mengandung
nilai-nilai positif yang dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam
kelompok siswa. Bahkan film, seperti slogan yang sering didengar dapat membawa
dunia ke dalam kelas.
e. Film dapat menyajikan
peristiwa yang berbahaya jika dilihat secara langsung, seperti lahar gunung
berapi atau perilaku binatang buas.
f. Film dapat ditunjukkan
kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen, maupun
perorangan.
g. Dengan kemampuan dan
teknik pengambilan gambar frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal
memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam waktu yang cukup singkat.
Misalnya, bagaimana kejadian mekarnya kembang mulai dari lahirnya kuncup bunga
hingga kuncup itu mekar.
2) Kelemahan film
a. Pengadaan film umumnya
memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak.
b. Pada saat film
dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu
mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
c. Film yang tersedia tidak
selalu dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan; kecuali jika film
itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri.
D. Penggunaan Media
Audiovisual dalam Pembelajaran
Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam penggunaan audio-visual untuk pembelajaran yaitu:
a. Guru harus mempersiapkan
unit pelajaran terlebih dahulu, kemudian baru memilih media audio-visual yang
tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.
b. Guru juga harus
mengetahui durasi media audio-visual misalnya dalam bentuk film ataupun video,
dimana keduanya yang harus disesuaikan dengan jam pelajaran
c. Mempersiapkan kelas,
yang meliputi persiapan siswa dengan memberikan penjelasan global tentang isi
film, video atau televisi yang akan diputar dan persiapan peralatan yang akan
digunakan demi kelancaran pembelajaran.
d. Aktivitas lanjutan,
setelah pemutaran film atau video selesai, sebaiknya guru melakukan refleksi
dan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
terhadap materi tersebut
E. Kelebihan
Media Audiovisual
Kelebihan
Media Audio Visual, antara lain:
a. Memperjelas penyajian
pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata,
tertulis atau lisan belaka).
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: Objek
yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau
model, Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau
gambar, Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame
lapse atau high speed photografi, Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa
lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun
secara verbal, Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan
model, diagram, dan lain-lain. Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa
bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
c. Baik untuk semua siswa
karena dapat mendengar dan melihat.
d. Variatif karena
jenisnya beragam, guru dapat menggunakan beragam film yang ada kartun , tiga
dimensi, empat dimensi, dan documenter.
e. Bisa diperlambat dan diulang,
sehingga anak akan lebih jelas dan paham.
f. Dapat digunakan tidak
hanya untuk satu orang.
F. Kelemahan Media
Audiovisual
Kelemahan
Media Audiovisual, antara lain:
a. Terlalu menekankan
pentingnya materi daripada proses pengembangannya dan tetap memandang materi
audio-visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar.
b. Media audio visual
cenderung menggunakan model komunikasi satu arah.
c. Media audio-visual tidak
dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio-visual cenderung
tetap di tempat dan dalam menggunakan video berarti memerlukan dua unit
alat, yaitu VCD/DVD dan monitor TV, serta harganya relatif mahal.
d. Sering dianggap sebagai
hiburan TV.
e. Kegiatan melihat video
adalah kegiatan pasif.
BAB III
KESIMPULAN dan SARAN
A. Kesimpulan
Media
audiovisual adalah media penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran
dan penglihatan. Media audio visual kini sudah banyak kita jumpai di tempat
umum maupun di sekolah-sekolah seperti televisi, video, film, slide suara
sebagainya. Walaupun media ini sangat membantu siswa dalam pembelajaran akan
tetapi media ini juga memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Pembuatan media
ini juga meliputi beberapa hal yang harus dipersiapkan.
B. SARAN
|
1. Dengan dibuatnya makalah
ini penyusun berharap agar pembaca lebih mengerti lagi tentang media
audiovisual dan animasi dalam sistem pembelajaran.
2. Penyusun berharap dengan
dibacanya makalah ini, pembaca dapat lebih mengetahui betapa berpengaruhnya
media audiovisual dan animasi dalam proses pembelajaran karena media ini
memiliki efektivitas yang lebih tinggi daripada media visual atau audio.
3. Penyusun berharap agar
para pendidik yang membaca makalah ini dapat memilih media audiovisual dan
animasi yang tepat untuk pembelajaran serta dapat memanfaatkan media
audiovisual yang ada untuk pembelajaran.
DAFTAR
PUSTAKA
Arief S. Sadiman dkk. 2006. Media Pendidikan
(Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya). Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Arif
S. Sadiman. 2011. Media Pendidikan ( Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya).
Jakarta: Rajawali Pers.
Hujair
AH. Sanaky. 2011. Media Pembelajaran: Buku Pegangan Wajib Guru dan
Dosen. Yogyakarta:
Kaukaba Dipantara.
Nana
Sudjana. 1978. Media Pengajaran. Surabaya: Pustaka Dua.
Rahardjo.
1988. Media pembelajaran, CV. Rajawali, Jakarta
R.
Ibrahim dan Nana Syaodih S. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
PT Rineka
Cipta.
Setyosari,
Punaji & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Penerbit
Elang
Mas.
SUMBER
WEB
http://jenis-jenis
video_Sansinto’sBlog.html
http://sejarah-jenis-media-penyimpanan-format.html
http://vcdpembelajaran.com/menu.php?mod=pedoman.html
BELAJAR BERJUANG BERTAQWA

