Minggu, 15 Maret 2015

MEDIA PEMBELAJARAN

 “ MEDIA AUDIO VISUAL’’

DOSEN PEMBIMBING   
Asma’ NailyFauziyah, M.Pd.I
Di Susun Oleh  :
Ali Rohmad                      201305010096
Laily Qodhir A                  201305010085
Diah Lutfiana                   201305010132
M. Hendra                      201305010134

F A K U L A T A S   A G A M A   I S L A M
UNIVERSITAS SUNAN GIRI SURABAYA
2015
 BAB I
PENDAHULUAN

       A. Latar Belakang
Di zaman yang serba modern ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu memahami, menguasai, serta mampu menggunakan alat-alat yang tersedia dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.
Media yang beraneka ragam dapat digunakan guru agar peserta didik tidak bosan dalam proses pembelajaran, mampu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar, serta akan membantu memperjelas materi yang akan disampaikan. Macam-macam media tersebut antara lain Media Visual, Media Audio, Media Audiovisual dan Animasi, serta Media Komputer.
Para pendidik dan dan orang tua tidak dapat mengingkari betapa kuat pengaruh media komunikasi khususnya media audiovisual dan animasi terhadap anak didik. Daya tarik yang begitu kuat dari media audiovisual dan animasi bagi anak-anak tidak lepas dari karakteristik media ini yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media cetak maupun media dengar, sehingga anak-anak sangat menyukainya. Saat ini semakin banyak pembuat program yang sadar betul dengan daya pikat media audiovisual dan animasi bagi anak-anak.
Media  juga salah satu diantaranya yang sangat penting bagi guru,karena guru sebagai pengembang ilmu sangat penting sekali untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi peserta didik. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif serta terjadinya interaktif antara guru dan siswa dengan baik. Pembelajaran akan lebih bermakna manakala menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya dengan dilengkapi berbagai media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Maka dari itu pada makalah ini, akan membahas atau menguraikan tentang salah satu macam media yaitu media audiovisual dananimasi.
B.     Pembatasan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahaminya maka penyusun dapat memberikan batasan-batasan pada: memberikan informasi dan pengetahuan agar pembaca mengetahui tentang media audiovisual dan animasi dalam sistem pembelajaran.

C.    Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan media audiovisual?
2.      Apa saja kegunaan media audiovisual?
3.      Apa saja macam-macam media audiovisual?
4.      Bagaimana penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran?
5.      Apa saja kelebihan dari media audiovisual?
6.      Apa saja kekurangan dari media audiovisual?

D.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari media audiovisual
2.      Untuk mengetahui kegunaan media audiovisual
3.      Untuk mengetahui macam-macam media audiovisual
4.      Untuk mengetahui penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran
5.      Untuk mengetahui kelebihan dari media audiovisual
6.      Untuk mengetahui kekurangan dari media audiovisual

E.       Manfaat Penulisan
1.    Bagi penulis
Bagi penulis dengan dibuatnya makalah ini dapat lebih memahami tentang  media audiovisual dan animasi dalam sistem pembelajaran, selain itu dapat menjadikan penulis lebih kritis dalam memilih media pembelajaran yang mampu membuat anak didik lebih memahami tentang materi pembelajan.
2.    Bagi pembaca
Pembaca dapat mengetahui tentang media audiovisual dan animasi dan dapat memilih media audiovisual dan animasi yang tepat untuk pembelajaran serta dapat memanfaatkan media audiovisual yang ada untuk pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Audiovisual

Media audio-visual adalah seperangkat alat yang dapat memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Paduan antara gambar dan suara membentuk karakter sama dengan obyek aslinya. (Sanaky, 2010:105).Sedangkan menurut Arsyad (2002:94) media berbasis audio visual adalah media visual yang mengandung penggunaan suara tambahan untuk memproduksinya. Kalau media visual hanya berupa buku, charts, grafik, gambar, dan sebagainya, tetapi media berbasis audio visual adalah media yang ditambah dengan suara sehingga media ini akan lebih berkesan terhadap siswa.
Selain itu Sudjana dan Rivai (2003: 58 ) mengemukakan bahwa media audio visual adalah sejumlah peralatan yang dipakai oleh para guru dalam menyampaikan konsep, gagasan dan pengalaman yang ditangkap oleh indera pandang dan pendengaraBerdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan, maka media audiovisual adalah media penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan.

      B. Kegunaan Media Audiovisual
Menurut Idger Dale media audiovisual mempunyai potensi pokok antara lain  :
1.    Memberikan dasar-dasar kongkrit untuk berfikir
2.    Membuat pelajaran lebih menarik
3.    Memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama
4.    Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata
5.    Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir
6.    Dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak diperoleh dengan cara lain membuat kegiatan belajar lebih mendalam efisien dan beraneka ragam
7.    Media audio visual dapat dilakukan berulang-ulang

B.     Macam-macam Media Audiovisual

1.      Televisi
           Televisi dalam pengertiannya berasal dari dua kata, yaitu tele (bahasa Yunani), yang                                 berarti jauh,     dan  visi         (bahasa Latin), berarti penglihatan.
            Television (bahasa Inggris)bermakna melihat jauh. Kata melihat jauh mengandung makna bahwa gambar yang diproduksi pada satu tempat (stasiun televisi) yang dapat dilihat di tempat lain melalui sebuah perangkat penerima yang disebut televisi minitor atau televisi set.
Televisi suatu perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang terdiri dari gambar dan suara. Dengan demikian peranan TV baik sebagai gambar hidup atau radio yang dapat menampilkan gambar yang dapat dilihat dan menghasilkan suarayang dapat didengar pada waktu yang sama.
       Televisi sebagai lembaga penyiaran, telah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran. Makin banyak siaran televisi yang khusus menginformasikan atau menyiarkan pesan-pesan materi pendidikan dan pengajaran, yang disebut televisi pendidikan (educational television).
Menurut Darwanto (via Sukiman, 2011: 195), acara siaran pendidikan yang disiarkan melalui televisi, ada dua klasifikasi, yaitu:
a.    Siaran pendidikan sekolah (school broadcasting)
Yang menjadi sasaran acara ini adalah para murid sekolah, dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan para mahasiswa di perguruan tinggi.Siaran langsung dikirim kesekolah-sekolah yang bersangkutan. Dengan demikian, acara siaran pendidikan jenis ini erat sekali hubungannya dengan kurikulum sekolah yang berlaku pada tahun ajaran itu. Ini berarti bahwa stasiun penyiaran yang bersangkutan melakukan kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Hal yang diharapkan dari siaran pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan denga landasan dan tujuan pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena acara siaran pendidikan untuk sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan memberikan pengaruh secara langsung kepada anak-anak tentang:
1) Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan sesuai dengan pola pikir mereka.
2) Membantu anak-anak atas sesuatu pengertian yang sebelumnya belum pernah dialami.
3) Merangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara kegiatan belajar dengan keadaan sekitarnya.
4) Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
Dengan adanya tujuan yang ingin dicapai seperti tersebut di atas, acara pendidikan untuk sekolah merupakan inti dari siaran pendidikan pada umumnya. Karena itu, setap usaha harus diarahkan untuk mempersiapkan bahan-bahan pendidikan, agar acara itu dapat disajikan dengan baik dan sejalan dengan landasan dan tujuan pendidikan nasional, dengan prioritas utama menyajikan bahan-bahan yang mampu mendorong kegiatan belajar dengan baik.
b.    Siaran pendidikan sepanjang masa (life long education)
Berbeda dengan siaran pendidikan yang berlandaskan kurikulum sekolah, acara pendidikan yang termasuk dalam klasifikasi ini dilandasi oleh nilai-nilai pendidikan yang menjadi sasaran khalayak umum. Hanya saja khalayak umum dibagi menurut tingkatan tertentu, misalnya: usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, dan sebagainya.
       Televisi sebagai media pendidikan dan pengajaran tentu tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dan kekurangan media televisi menurut Sanaky (2010:107) adalah sebagai berikut:
1)   Kelebihan media televisi sebagai berikut:
a)    Memiliki daya jangkauan yang lebih luas.
b)   Memiliki daya tarik yang besar, karena memiliki sifat audio visual.
c)    Dapat mengatasi batas ruang dan waktu.
d)   Dapat menginformasikan pesan-pesan yang aktual.
e)    Dapat menampilkan obyek belajar seperti benda atau kejadian aslinya.
f)    Membantu pengajar memperluas referensi dan pengalaman.
g)   Sebutan televisi sebagai jendela dunia, membawa khalayak untuk dapat melihat secara langsung peristiwa, suasana, dan situasi tempat, kota, daerah-daerah di belahan dunia.
2)   Kelemahan televisi sebagai berikut:
a)    Pengadaannya memerlukan biaya mahal.
b)   Tergantung oleh energi listrik, sehingga tidak dapat dihidupkan di sembarang tempat.
c)    Sifat komunikasi searah, sehingga tidak dapat memberi peluang untuk terjadi umpan balik. Tetapi kelemahan ini, sudah mulai teratasi dengan beberapa program acara siaran yang dilakukan dialog langsung (dialog interaktif) dengan bantuan telepon.
d)   Sulit dikontrol, terutama jika terkait dengan jadwal belajar di sekolah   
2.      Video –VCD
Gambar bergerak yang disertai dengan unsur suara dan dapat ditayangkan melalui medium video dan compact disk (VCD). Sama seperti medium audio, program video yang disiarkan (broadcasted) sering digunakan oleh lembaga pendidikan jarak jauh sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran. Video dan televisi mampu menayangkan pesan pembelajaran secara realistik. Video memiliki beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu features tersebut adalah slow motion di mana gerakan obyek atau peristiwa tertentu yang berlangsung sangat cepat dapat diperlambat agar mudah dipelajari oleh pembelajar. Slow motion adalah kemampuan teknis untuk memperlambat proses atau peristiwa yang berlangsung cepat. Video dan VCD dapat digunakan sebagai media untuk mempelajari obyek dan mekanisme kerja dalam pelajaran tertentu.
Media video – VCD, sebagai media pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.       Gambar bergerak, yang disertai dengan unsur suara
b.      Dapat digunakan untuk sekolah jarak jauh
c.       Memiliki perangkat slow motion untuk memperlambat proses atau peristiwa yang berlangsung.
Dalam upaya pemanfaatan video dalam proses pembelajaran, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut :
a.    Program video harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu contohnya adalah apakah media video untuk tujuan kognitif dapat diguakan untuk hal-hal yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi.
b.   Guru harus mengenal program video yang ada dan memahami manfaatnya bagi pelajaran.
c.    Sesudah program video di putar, harus diadakan diskusi agar siswa memahami bagaimana mencari pemecahan masalah dan menjawab pertanyaan.
d.   Perlu diadakan tes agar mampu mengukur berapa banyak informasi yang mereka tangkap dari program video tersebut.
Media video dan VCD, sebagai media pembelajaran juga tidak terlepas dari kelebihan dan kelemahannya, sebagai berikut:
1)      Kelebihan media video dan VCD sebagai berikut:
a)      Menyajikan obyek belajar secara kongkret atau pesan pembelajaran secara realistik, sehingga sangat baik untuk menambah pegalaman belajar.
b)      Sifatnya yang audio visual, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan dapat menjadi pemacu atau memotivasi pembelajar untuk belajar.
c)      Sangat baik untuk pencapaian tujuan belajar psikomotorik.
d)     Dapat mengurangi kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan teknik mengajar secara ceramah dan diskusi persoalan yang ditayangkan.
e)      Menambah daya tahan ingatan atau retensi tentang obyek belajar yang dipelajari pembelajar.
f)       Portable dan mudah didistribusikan
2)      Kelemahan media video dan VCD
a)      Pengadaan memerlukan biaya mahal
b)      Tergantung pada energi listrik, sehingga tidak dapat dihidupkan di segala tempat.
c)      Sifat komunikasi searah, sehingga tidak dapat memberikan peluang untuk terjadi umpan balik.
d)     Mudah tergoda untuk menayangkan kaset VCD yang bersifat hibura, sehingga suasana belajar akan terganggu.
3.      Media sound slide (slide bersuara)
Slide merupakan media pembelajaran yang bersifat audio visual. Secara fisik, slide suara  adalah gambar tunggal dalam bentuk film positif tembus pandang yang dilengkapi dengan bingkai yang diproyeksikan. Penggunaannya dapat dikombinasikan dengan audio kaset, dan dapat digunakan secara tunggal tanpa narasi.
Sebagai media pembelajaran,slide suara dapat menyajikan gambar yang tetap dengan urutan yang tetap, sehingga menjamin keutuhan pelajaran dan gambar tidak mudah hilang, terbalik, atau berubah urutan jika teknik pengemasan benar dan baik.
Sound slide sebagai media pembelajaran juga memilik kelebihan dan kelemahan, sebagai berikut:
1)      Kelebihan sound slide
a)      Dapat menyajikan gambar dengan proyeksi epan maupun belakang.
b)      Portable, berukuran kecil, dan mudah didistribusikan sehingga praktis penggunaanya.
c)      Dapat dikontrol sesuai dengan keinginan pengguna, sehingga memungkinkan untuk dihentikan secara spontan dan dapat diselingi dengan tanya jawab dan diskusi singkat.
d)     Memberikan visualisasi tentang obyek belajar seperti apa adanya atau autentik, sehingga dapat mengkonkretkan obyek belajar bagi pembelajar.
2)      Kelemahan media sound slide
a)      Pengadannya memerlukan biaya yang mahal.
b)      Untuk memproyeksikan slide proyektor memerlukan penggelapan ruang.
c)      Gambar yang disajikan tidak bergerak (gambar mati), sehingga kurang menarik, terutama jika dibandingkan dengan televisi dann film.
d)     Tergantung pada energi listrik, sehingga tidak dapat secara paktis dihidupkan dan diputar di segala tempat.
e)      Cukup rumit pembuatannya, karena harus memiliki kamera foto dan memiliki keahlian fotografi yang benar-benar mumpuni.
Perlu diketahui, bahwa media sound slide  ini jarang atau mungkin tidak pernah digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, karena selain pengadaannya mahal juga cukup rumit untuk mengemas programnyadan juga diperlukan keahlian pengajar dalam memotret obyek, suatu perbuatan, dan peristiwa yang akan disajikan dalam program pembelajaran di kelas.
4.      Film Gerak Bersuara
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Arsyad (2002:49). Film merupakan alat yang ampuh untuk menyampaikan suatu maksud kepada masyarakat dan juga anak yang lebih banyak menggunakan aspek emosinya di banding aspek rasionalitasnya. Besarnya kegunaan media ini dapat pula dirasakan dalam dunia pendidikan. Film adalah alat komonikasi yang dapat membantu proses pembelajaran efektif. Karena apa yang terpandang mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah di ingat dari pada apa yang dapat dibaca saja atau hanya di dengar saja.
Menurut Arsyad (2002:49), film mempunyai kelebihan dan kelemahan sebagai berikut:
1)      Kelebihan Film
a.       Film dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat, seperti cara kerja jantung ketika berdenyut.
b.      Film dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu. Misalnya, langkah-langkah dan cara yang benar dalam berwudhu.
c.       Di samping mendorong dan meningkatkan motivasi, film menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya. Misalnya, film kesehatan yang menyajikan proses berjangkitnya penyakit diare  dapat membuat siswa paham terhadap pentingnya kebersihan makannan dan lingkungan.
d.      Film mengandung nilai-nilai positif yang dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa. Bahkan film, seperti slogan yang sering didengar dapat membawa dunia ke dalam kelas.
e.       Film dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya jika dilihat secara langsung, seperti lahar gunung berapi atau perilaku binatang buas.
f.       Film dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan.
g.      Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam waktu yang cukup singkat. Misalnya, bagaimana kejadian mekarnya kembang mulai dari lahirnya kuncup bunga hingga kuncup itu mekar.
2)      Kelemahan film
a.       Pengadaan film umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak.
b.      Pada saat film dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
c.       Film yang tersedia tidak selalu dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan; kecuali jika film itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri.


D.       Penggunaan  Media Audiovisual dalam Pembelajaran
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan audio-visual untuk pembelajaran yaitu:
a.       Guru harus mempersiapkan unit pelajaran terlebih dahulu, kemudian baru memilih media audio-visual yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.
b.      Guru juga harus mengetahui durasi media audio-visual misalnya dalam bentuk film ataupun video, dimana keduanya yang harus disesuaikan dengan jam pelajaran
c.       Mempersiapkan kelas, yang meliputi persiapan siswa dengan memberikan penjelasan global tentang isi film, video atau televisi yang akan diputar dan persiapan peralatan yang akan digunakan demi kelancaran pembelajaran.
d.      Aktivitas lanjutan, setelah pemutaran film atau video selesai, sebaiknya guru melakukan refleksi dan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi tersebut

E Kelebihan Media Audiovisual
Kelebihan Media Audio Visual, antara lain:
a.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).
b.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau model, Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar, Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi, Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal, Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain. Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
           c.    Baik untuk semua siswa karena dapat mendengar dan melihat.
d.   Variatif  karena jenisnya beragam, guru dapat menggunakan beragam film yang ada kartun , tiga dimensi, empat dimensi, dan documenter.
e.    Bisa diperlambat dan diulang, sehingga anak akan lebih jelas dan paham.
             f.     Dapat digunakan tidak hanya untuk satu orang.

              F. Kelemahan Media Audiovisual
Kelemahan Media Audiovisual, antara lain:
a.    Terlalu menekankan pentingnya materi daripada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar.
b.    Media audio visual cenderung menggunakan model komunikasi satu arah.
c.    Media audio-visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio-visual cenderung tetap di tempat dan dalam menggunakan video berarti memerlukan dua unit alat, yaitu VCD/DVD dan monitor TV, serta harganya relatif mahal.
d.   Sering dianggap sebagai hiburan TV.
e.    Kegiatan melihat video adalah kegiatan pasif.

BAB III
KESIMPULAN dan SARAN

             A. Kesimpulan
Media audiovisual adalah media penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan. Media audio visual kini sudah banyak kita jumpai di tempat umum maupun di sekolah-sekolah seperti televisi, video, film, slide suara sebagainya. Walaupun media ini sangat membantu siswa dalam pembelajaran akan tetapi media ini juga memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Pembuatan media ini juga meliputi beberapa hal yang harus dipersiapkan.

B. SARAN

1.      Dengan dibuatnya makalah ini penyusun berharap agar pembaca lebih mengerti lagi tentang media audiovisual dan animasi dalam sistem pembelajaran.
2.      Penyusun berharap dengan dibacanya makalah ini, pembaca dapat lebih mengetahui betapa berpengaruhnya media audiovisual dan animasi dalam proses pembelajaran karena media ini memiliki efektivitas yang lebih tinggi daripada media visual atau audio.
3.      Penyusun berharap agar para pendidik yang membaca makalah ini dapat memilih media audiovisual dan animasi yang tepat untuk pembelajaran serta dapat memanfaatkan media audiovisual yang ada untuk pembelajaran.


DAFTAR PUSTAKA

Arief S. Sadiman dkk. 2006. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arif S. Sadiman. 2011. Media Pendidikan ( Pengertian, Pengembangan dan         Pemanfaatannya). Jakarta: Rajawali Pers.
Hujair AH. Sanaky. 2011. Media Pembelajaran: Buku Pegangan Wajib Guru dan
Dosen. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Nana Sudjana. 1978. Media Pengajaran. Surabaya: Pustaka Dua.
Rahardjo. 1988. Media pembelajaran, CV. Rajawali, Jakarta
R. Ibrahim dan Nana Syaodih S. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Setyosari, Punaji & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Penerbit Elang
Mas.
SUMBER WEB

http://jenis-jenis video_Sansinto’sBlog.html
http://sejarah-jenis-media-penyimpanan-format.html
http://vcdpembelajaran.com/menu.php?mod=pedoman.html

BELAJAR BERJUANG BERTAQWA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar